Surah Al-Ma’un: Siapa Sajakah Pendusta Agama?

0
9689

Oleh Suparlan *)

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah
(Al Hadist)

Surah Al – Ma’un adalah surah ke-107 dari 114 surah yang ada dalam buku SYAAMIL AL- QUR’AN, yaitu satu buku terjemahan Al-Qur’an dengan menggunakan metode terjemah kata-per-kata. Saya sangat tertarik untuk menelaah Surat Al – Ma’un, karena surah ini boleh dikatakan sepenuhnya milik anak yatim dan orang miskin.

Isi Surah Al – Ma’un

Surah Al – Ma’un terdiri atas 7 (tujuh) ayat. Marilah kita coba memahami terjemahan surah Al – Ma’un ini.

  1. Tahukan kamu (orang) yang mendustakan agama?
  2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
  3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin,
  4. Maka celakalah orang yang salat,
  5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,
  6. yang berbuat riya,
  7. dan enggan (memberikan) bantuan.

Keberadaan Anak Yatim dan Orang Miskin di Suatu Negara

Tidak dapat kita pungkiri, bahwa dalam kehidupan ini, kita tidak dapat menutup mata tentang adanya orang-orang yang kurang beruntung di sekitar kita. Salah satunya adalah adanya anak-anak yatim dan orang-orang miskin. Anak yatim adalah anak-anak yang telah ditinggalkan orangtuanya karena telah meninggal dunia. Sedang orang miskin adalah mereka yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok dalam kehidupannya, karena tidak mempunyai penghasilan yang cukup untuk hidup sehar-hari. Biro Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia mematok jumlah penghasilan mimimal $1,00 s.d $2,00 per hari. Saat ini, angka kemiskinan masih cukup tinggi, yakni 13% artinya, setiap 1000 penduduk, masih ada lebih dari 100 orang miskin yang ada di sekitar kita.

Kita mengetahui bahwa salah satu dari empat tujuan negara ini didirikan adalah untuk ”memajukan kesejahteraan umum”, dalam pengertian bahwa negara akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengurangi sedikit mungkin adanya orang-orang miskin di negeri ini, atau menekan serendah mungkin angka kemiskinan atau jumlah mereka.

Lalu, bagaimanakah sikap dan perilaku kita terhadap mereka? Agama telah memberikan panduan kepada kita, bahwa mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita.

Perhatian Kita Terhadap Anak Yatim dan Orang Miskin Menjadi Indikator Pendustaan Agama

Surah Al – Ma’un memulai ayat pertamanya dengan satu pertanyaan yang tidak harus dijawab – karena pertanyaan itu memang hanya untuk menginatkan —, yaitu: ”Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?” Dengan pertanyaan ini, Allah mengatkan kita tentang dua indikator indikator utama orang-orang yang telah mendustakan agama. Dua indikator itu adalah:

PERTAMA, adalah orang-orang yang suka menghardik anak-anak yatim.
KEDUA, adalah orang-orang yang tidak mau mendorong untuk dapat memberi makan orang-orang miskin.

Lalai Terhadap Salat

Bahkan, jangan lupa Allah SWT juga memasukkan ke dalam dua indikator itu adalah orang-orang yang lupa akan salatnya. Orang-orang ini melaksanakan salat, tetapi mereka telah berbuat riya dan enggan memberikan bantuan kepada anak-anak yatim dan orang miskin. Allah bahkan menyatakan ”celakalah orang-orang yang salat”, tetapi orang-orang yang salat, tetapi masih berbuat riya dan tidak mau memberikan bantuan. Allah SWT telah menamakan sebagai orang-orang yang telah ”LALAI TERHADAP SALATNYA. Bahkan Allah SWT telah mamasukkan mereka yang seperti itu ke dalam kategori orang yang telah mendustakan agama.

Akhir Kata

Demikianlah ulasan singkat tentang makna yang terkandung dalam tujuh ayat dalam Surah Al – Ma’mun. Sekali lagi, selain dua indikator pendustaan agama, yakni (1) menghardik anak-anak yatim, dan (2) tidak mau memberi makan orang-orang miskin, orang yang lalai terhadap salatnya juga termasuk dalam indikator pendustaan agama. Siapakah orang yang lalai terhadap salatnya itu? Mereka adalah orang yang riya dan tidak mau memberikan bantuan kepada anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

*) Website: www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com.

Depok, Agustus 2010.

BAGIKAN
Berita sebelumyaDewan Pendidikan dan Komite Sekolah dalam PP Nomor 17 Tahun 2010
Berita berikutnyaSedia Payung Sebelum Hujan

Hallo, Saya Suparlan. Penulis buku pertama saya berjudul MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, tentang KECERDASAN MAJEMUK.
Silakan membuka laman pribadi www.suparlan.com dan portal pendidikan Masdik.com. Sampaikan ide dan masukan. Bahkan BAHAN DISKUSI untuk memperkaya portal pendidikan ini. Matur nuwun sanget.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here