Menerapkan Konsep Hypno Parenting

0
924

Oleh: Suparlan *)

Saya pernah membaca buku tentang hipno therapy. Sedikit saya dapat menarik kesimpulan bahwa penerapan konsep hypno parenting adalah dengan menggunakan konsep berfikir positif. Teori dasarnya adalah psikologi yang menyatakan bahwa “manusia itu ada karena mereka berfikir ” Karena berfikir itulah yang menyebabkan manusia merasakan sebagai makhluk yang berfikir. Penerapan konsep hypnoparenting harus dimulai dengan berfikir positif untuk menyelesaikan beberapa masalah, misalnya soal penyakit.

Yang dikenai sasaran untuk percobaan adalah sang cucu sendiri. Yang pertama adalah Raffi, cucu dari anak pertama. Raffi usianya sekitar lima tahun. Yang kedua adalah Keyvan, cucu dari anak kedua. Usianya baru dua tahun. Inilah ceritanya. Masalah yang dihadapi Raffi adalah buang air besar menimbulkan rasa sakit. Dalam waktu yang berbeda, masalah yang dihadapi Keyvan adalah menidurkannya saat rewel.

Trial and Error (Coba dan Salah)

Ketika mengalami masalah, pada tahap awal, manusia memang dapat melakukan percobaan dalam kategori coba-coba dan gagal, saat mengalami masalah dalam kehidupannya, yang disebut sebagai gangguan pencernaan makan. Inilah contohnya. Suatu ketika cucuku Raffi mengalami gangguan pencernaan karena ada perubahan pola makan, semula minum ASI yang kemudian tidak minum ASI. Akibatnya, Raffi merasakan kesulitan untuk buang air besar. Raffi merasakan kesakitan yang luar biasa setiap buang air besar. Kemudian kesakitan pada saat buang air besar itu pun menyebabkan trauma di setiap mau bukan air besar, apa pun kondisinya. Abe (panggilan ayah Raffi) dan maminya (panggilan ibu Raffi) pun telah berusaha sebisa mungkin. Tapi belum juga berhasil. Ingat, tidak ada kegagalan dalam berusaha, karena ketidak berhasilan itu sesungguhnya merupakan keberhasilan yang tertunda. Ibarat puasa, kita ditunda sebesar untuk tidak makan. Tapi kalau sudah datang masanya tiba berbuka puasa, maka rasanya jauh lebih nimat dibuatnya. Sama dengan kasus tidak masuknya Gloria sebagai anggota Paskibra. Setelah diumumkan bahwa Gloria dapat menjadi anggota Paskibra untuk penurunan bendera pusaka, maka meledaklah kegembiraan Gloria. Nah, demikianlah Allah meminta untuk menunda barang sementara, agar manusia dapat lebih dapat mensyukuri nikmat Allah SWT. Percayalah bahwa setiap kesulitan akan aka kemudahan, dan setiap kemudahan tunggulah kesulitan, namun bersama dengan kesulitan itulah Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada umat-Nya.

Setelah beberapa kali diadakan trial and error, sebagai kakeknya, saya mencoba menerapkan konsep hypnoparenting. Ketika sama-sama duduk di jok tengah mobil mulailah sang kakek beraksi dengan ilmu barunya. Raffi di pangkuan maminya dan sang kakek mencoba meraih kepala Raffi untuk dielus-elus sesuai dengan teori Hypnoparenting. Bagian mana yang harus dielus-elus? Pertama dan utama adalah bagian kepala, bisa juga bagian di atas alis, di atas bibir, di atas dada sebelah kiri. Bukan dielus-elus, tapi diketuk-ketuk dengan irama yang tetap. Cara mengelus-elus pun tidak boleh sembarangan, tetapi harus berirama, tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat, tapi sedang dan yang terpenting adalah dengan sepenuh hati. Cobalah sedapat mungkin menyatukan hati antara keduanya, antara kakek dan cucunya. Pada saat prosesi mengelus-elus kepala tersebut berlangsung, kata-kata motivasi diucapkan secara mantap “besok buang air besarnya biasa lagi ya” secara berulang-ulang dan jangan terputus. Lama-kelamaan, nafas Raffi pun mulai teratur, dan akhirnya sampai pada tahap tidur yang paling lelap. Menurut teori, apa yang diucapkan dalam bentuk motivasi ini akan dibawa sampai pada tahap tidur yang paling dalam. Raffi akan tidur dengan lelap sampai pada tahap untuk bangun dengan membawa mimpi untuk ke belakang seperti biasa besok hari. Prosesi hypnoparenting ini pun akan diupayakan beberapa kali, sampai akhirnya nanti Raffi akan buang air besar seperti biasa.

Lagu Indonesia Pusaka

Keyvan adalah cucu dari anak kedua (Dian Septiana dengan suaminya Surya Prabudi). Penerapan konsep hypnoparenting ini sebenanrnya terjadi tidak sengaja. Saya memang suka menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, dan lagu Desaku.

Masalah yang dialami adalah menidurkan anak dengan cepat, dengan menggunakan lagu Indonesia Pusaka dicoba untuk menidurkan cucu dengan konsep Hypnoparenting. Percobaan ini sebenarnya secara tidak sengaja. Suatu malam ibunya tidak segera dapat menidurkan anaknya. Kemudian saya ganti menggendong sang anak, dan mulailah sang kakek beraksi menyanyikan lagu-lagu tersebut. Saya mulai menyanyikan lagu-lagu tersebut dengan berjalan-jalan serta menepuk-nepuk dan mengelus-elus badannya.

Tidak berapa lama, lagu tersebut dinyanyika, dengan cucu yang masih berada di gendongan, dan badannya masih terus dielus-elus, sementara itu badannya masih dalam posisi yang digendong, tentu dengan dimotivasi untuk tidur dalam dekapan Eyangnya. Maka, tidurlah sang cucu, dengan bukti barang yang dipegangnya telah terjatuh. Ini dia sudah tidur, kata saya kepada Bundanya.

Depok, 19 Agustus 2016.

BAGIKAN
Berita sebelumya71 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Cerdas, Ini Buktinya
Berita berikutnyaTiga Hal ini yang Digenjot Mendikbud
Hallo, Saya Suparlan. Penulis buku pertama saya berjudul MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, tentang KECERDASAN MAJEMUK. Silakan membuka laman pribadi www.suparlan.com dan portal pendidikan Masdik.com. Sampaikan ide dan masukan. Bahkan BAHAN DISKUSI untuk memperkaya portal pendidikan ini. Matur nuwun sanget.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.