Pengamat Pendidikan Nilai Isu Pemotongan Anggaran TPG Sarat Politis

0
580

JAKARTA–Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menilai, pemangkasan anggaran tunjangan profesi guru (TPG) sarat kepentingan politis. 

Alasannya, dengan pemangkasan itu sudah jelas guru tetap mendapatkan haknya penuh. 

Pasalnya, pemangkasan dimaksud karena terjadi pembengkakan data. Kelebihan anggaran itulah yang dipangkas.

"Guru itu alat politik, makanya pemotongan anggaran TPG ini‎ sengaja diangkat untuk kepentingan politis. Sebenarnya kan tidak ada masalah, karena guru tetap dana TPG," ujar Indra, Kamis (1/9).

Dia menambahkan, guru di Indonesia jumlahnya sudah berlebih. Herannya kepala daerah teriak-teriak kekurangan guru. 

"Itu kenapa? Karena guru-guru ini tim suksesnya kepala daerah, makanya kada terus merekrut guru sebagal balas budi," sergahnya.

Dia menyesalkan langkah pemerintah yang tidak kreatif dan inovatif dalam program pendidikan.

Mestinya, dengan anggaran besar makin banyak program yang dibuat untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

"Pemerintah maunya gampang sih, UN, TPG, BOS tetap jalan. Padahal Bank Dunia sudah mengeluarkan rilisnya bahwa ketiga program itu tidak efektif. Tapi pemerintah tetap mempertahankan karena anggaran yang terserap di tiga program itu sangat besar. Intinya pemerintah tidak mau capek dan kreatif mendesain sistem pendidikan di Indonesia," paparnya. (esy/jpnn)

Selengkapnya: www.jpnn.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.