Tujuh Pilar dan Enam Puluh Tiga Indikator Sekolah Efektif

0
6865

Oleh: Suparlan *)

 

Naskah buku bertajuk “Membangun Pilar-Pilar Sekolah Efektif”sebenarnya sudah selesai ditulis. Memang proses revisi (revising) dan penyuntingan (editing) merupakan proses terpanjang dalam kegiatan menulis (writing proses) dengan lima langkah menulis dasar (five stages of basic writing skills). Belum lagi proses penerbitan. Yakni menunggu kesiapan penerbitnya. Ternyata ada dua pilihan, pakai sistem “beli naskah” atau dengan sistem royalty. Lagi-lagi, hidup memang sebuah pilihan, memilih yang terbaik atau sebaliknya. Pilih dahulu! Sebagai penulis, bagi saya pilih yang mana saja. Yang penting adalah segera dapat dicetak dan kemudian segera sampai kepada pembaca. Itu saja, insya Allah.

Sebelum buku itu sampai ke tangan Anda sebagai pembaca, tentunya Anda ingin segera membacanya. Sebagai penulis, saya ingin membuka dahulu rahasia dibalik cerita. Apakah sajakah itu pilar-pilar sekolah efektif? Dengan kata lain, apakah itu efektivitas sekolah? Efektivitas sekolah adalah “the capability of the school to maximize school functions or the degree to which the school can perform school functions, when given a fixed amount of school inputs (Cheng,1996). Siapa pun orangnya, dapat saja menyebutnya sebagai sekolah unggul, sekolah bermutu, dan sekolah berstandar international (SBI) seperti yang pernah dibangun di Indonesia. Atau sekolah bestari (smart school) atau sekolah pintar, dan sebutan lainnya. Singkat kata Sekolah efektif adalah sekolah yang berhasil. Berhasil karena jumlah dan kualitas lulusannya sesuai dengan rencana dalam RPS (rencana pengembangan sekolah). Di dalam RPS disebutkan visi dan misi, tujuan, serta program dan kegiatan sekolah, termasuk rencana anggarannya. Kalau semuanya sudah sesuai dengan RPS, sesuai dengan “cita-cita” (maaf saya meminjam istilah mantan mendikbud Anies Baswedan untuk pengganti “tujuan” yang telah direncanakan). Menurut Anies, cita-cita memiliki makna janji yang harus ditepati. Sedang tujuan dapat ditunda dulu, dapat dilaksanakan kemudian. Oleh karena itu, menurut Anies, tujuan pendidikan dalam konstitusi disebut sebaga janji konstitusi.

Nah sekarang, apa saja pilar-pilar sekolah efektif itu? Pilar itu artinya tiang penyangga suatu bangunan. Kalau suatu bangunan atau rumah tidak memiliki pilar yang kuat, maka akan robohlah bangunan itu. Bangunan itu adalah berupa institusi pendidikan. Harus dibangun dan dirawat dengan pilar-pilar yang kuat. Menurut CCEF (California Center for Effective School), ada tujuh pilar sekolah efektif. Berikut ini daftarnya dalam satu tabel, agar mudah mengingatnya.

Tabel 1: Tujuh Pilar Sekolah Efektif

No. Tujuh Pilar Sekolah Efetif
1 A clear and focused mission Misi yang jelas dan terfokus
2 High expectations for success Harapan yang tinggi untuk berhasil
3 Instructional leadership Kepemimpinan instruksional
4 Frequent monitoring of student progress Monitoring kemajuan siswa secara rutin
5 Opportunity to learn and student time on task Kesempatan belajar dan melaksanakan tugas-tugas bagi siswa
6 Safe and orderly environment Lingkungan yang aman dan teratur
7 Home/school relations Hubungan keluarga dan sekolah

CCEF (California Center for Effective School) menyebutkan tujuh pilar sekolah efektif. Ahli yang lain menambahkan pilar-pilar yang lain, yakni kurikulum dan manajemen sekolah. Oleh karena itu ahli ini menyebutkan sembilan pilar sekolah efektif, dan kemudian menjabarkannya dalam sembilan pilar tersebut masing-masing dengan indikator masing-masing pilar, sebagai berikut.

Tabel 2: Indikator Setiap Pilar Sekolah Efektif

No. Pilar Sekolah Efektif Indikator
1 Visi dan misi yang jelas 1 Sekolah mempunyai visi, misi yang dirumuskan secara jelas.
2 Visi, misi dirumuskan bersama dengan stakeholders sekolah.
3 Visi, misi dijadikan acuan oleh warga sekolah.
4 Visi, misi dijabarkan menjadi tujuan/sasaran, program dan kebijakan sekolah
5 Lingkungan sekolah dan operasional sekolah mencerminkan kebijakan dan tujuan/sasaran sekolah.
2

 

 

Kepala sekolah yang profesional 6 Rincian kualifikasi dan pengalaman kepala sekolah terpajang.
7 Kepala sekolah mampu mengkomunikasikan visi dan misi sekolah kepada warga sekolah.
8 Kepala Sekolah menjalankan sekolah menuju pada pencapaian visi dan misi
9 Sekolah mempunyai rencana pengembangan sekolah yang dilaksanakan dan direview dan dimonitor secara teratur.
10 Kepala sekolah mampu mendiskusikan isu-isu rencana pengembangan sekolah dengan warga sekolah secara terbuka dan konstruktif.
11 Kepala sekolah dihargai oleh warga sekolah termasuk orang tua, staf guru dan siswa.
12 Kepala sekolah selalu menyediakan waktu untuk berbicara atau berdiskusi dengan orang tua.
13 Kepala sekolah mampu mendemonstrasikan pengetahuan ttg sekolah dan siswanya.
14 Kepala sekolah mampu memberikan supervisi yang mengarah pada peningkatan pembelajaran.
15 Kepala sekolah menerima orang tua untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah dan pembelajaran siswa.
16 Kepala sekolah menjunjung tinggi moral warga termasuk moral staf guru.
3 Kurikulum yang luas dan berimbang 17 Semua mata pelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif, dan menyenangkan.
18 Sekolah menyediakan program khusus bagi siswa-siswa yang mempunyai kebutuhan khusus, termasuk siswa yang kesulitan belajar atau siswa yang kemampuan belajarnya melebihi rata-rata.
19 Sekolah menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, misalnya musik, olah raga, debate dan lain-lain.
20 Guru dapat menjelaskan kepada orang tua bagaimana kurikulum dijabarkan dan diberikan pada siswa.
21 Dalam menjabarkan kurikulum, guru menghubungkannya dengan kecakapan hidup dan visi sekolah.
4 Lingkungan belajar yang kondusif 22 Orang tua memahami dan puas dengan tingkat informasi yang diberikan ttg anak mereka.
23 Orang tua diberi informasi tentang perkembangan akademik, sosial, personal dan fisik siswa.
24 Orang tua dapat melihat perubahan pendekatan mengajar yang dilakukan guru bedasarkan hasil penilaian.
25 Guru menggunakan berbagai macam teknik penilaian.
26 Informasi yang diberikan kepada siswa mengenai kemajuan mereka belajar mereka bersifat membangun dan membimbing.
5 Ramah dan siswa 27 Sekolah menyediakan unit/staf pendukung, misalnya guru BP, UKS, unit pembimbingan karir dan unit pendukung lainnya bagi siswa.
28 Siswa mempunyai akses yang mudah terhadap semua unit/staf pendukung tersebut.
29 Sekolah melalukan kerjasama antara unit/staf pendukung tersebut dengan pusat layanan masyarakat yang lebih luas, misalnya Puskesmas, Kepolisian, lembaga psikologi.
6 Manajemen sekolah yang kuat 30 Orangtua dan komite sekolah puas dengan alokasi dana, keputusan ttg jenis dan waktu pengeluaran dana.
31 Sekolah menyediakan staf administrasi yang memadai untuk mendukung operasi sekolah.
32 Staf administrasi mengenal semua siswa dan orang tuanya.
33 Sekolah didukung oleh teknologi memadai.
34 Sekolah mempunyai fasilitas fisik lain seperti peralatan olah raga, lapang olahraga, perpustakaan, panggung pentas dan lain-lain.
35 Sistem pengembangan keterampilan guru dan sistem penilaian kinerja guru tersedia dan dilaksanakan termasuk penjadwalannya.
36 Sekolah menyediakan waktu untuk guru merencanakan dan melakukan pengembangan diri.
37 Jumlah siswa sesuai dengan petunjuk operasional sekolah dan pengaturan kelas bisa disesuaikan tergantung kebutuhan.
38 Siswa merasa puas dengan pengaturan jadwal dan pengaturan mata pelajaran.
39 Sekolah memajang RPS dan RAPBS
40 Sekolah melaporkan kegiatan dan pendanaan kepada stakeholders
41 Sekolah memiliki budaya mutu.
42 Sekolah melakukan monev terhadap kinerjanya.
43 Sekolah responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
7 Kurikulum yang luas dan berimbang 44 Semua mata pelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif, dan menyenangkan.
45 Sekolah menyediakan program khusus bagi siswa-siswa yang mempunyai kebutuhan khusus, termasuk siswa yang kesulitan belajar atau siswa yang kemampuan belajarnya melebihi rata-rata.
46 Sekolah menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, misalnya musik, olah raga, debate dan lain-lain.
47 Guru dapat menjelaskan kepada orang tua bagaimana kurikulum dijabarkan dan diberikan pada siswa.
48 Dalam menjabarkan kurikulum, guru menghubungkannya dengan kecakapan hidup dan visi sekolah.
8 Penilaian dan pelaporan prestasi siswa yang bermakna 49 Orang tua memahami dan puas dengan tingkat informasi yang diberikan ttg anak mereka.
50 Orang tua diberi informasi tentang perkembangan akademik, sosial, personal dan fisik siswa.
51 Orang tua dapat melihat perubahan pendekatan mengajar yang dilakukan guru bedasarkan hasil penilaian.
52 Guru menggunakan berbagai macam teknik penilaian.
53 Informasi yang diberikan kepada siswa mengenai kemajuan mereka belajar mereka bersifat membangun dan membimbing.
9 Pelibatan orangtua dan masyarakat yang tinggi 54 Orang tua mempunyai sikap yang positif terhadap sekolah dan sangat giat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
55 Orang tua terlibat dalam pembelajaran siswa dalam berbagai bentuk dan hadir dalam berbagai kegiatan.
56 Orang tua terlibat dalam menentukan visi, misi, tujuan dan kebijakan sekolah.
57 Sekolah memberikan pelatihan atau pembimbingan kepada orang tua mengenai cara membantu tugas sekolah, memahami isu-isu pendidikan, dan isu kesamaan gender.
58 Komite sekolah mempunyai hubungan yang erat antara dan orang tua siswa.
59 Orang tua puas dengan tingkat komunikasi antara sekolah dengan orang tua.
60 Sekolah meminta dan menerima masukan dari orang tua tentang kepuasan orang tua thd kinerja sekolah.
61 Sekolah dipandang sebagai bagian penting dari masyarakat.
62 Sekolah mempunyai hubungan dengan sekolah lain, organisasi pemerintah, pusat-pusat pelayanan masyarakat, organisasi bisnis dan masyarakat luas pada umumnya.
Jumlah 63 Indikator

 

 

Masing-masing pilar tersebut memiliki indikator untuk penilaian. Pada pilar ke-1: Misi yang jelas dan terfokus, misalnya ditandai dengan indikator bahwa semua warga mengetahui misi yang telah dirumuskan dalam RPS (Rencana Pengembangan Sekolah). Pada pilar ke-7: hubungan keluarga/sekolah ditandai dengan indikator adanya kunjungan keluarga (home visit) yang secara berkala dilakukan oleh para guru di sekolah. Indikator lainnya adalah terbentuknya Komite Sekolah/Madrasah, yang dibentuk secara demokratis. Lebih dari itu, Komite Sekolah/Madrasah tersebut telah melaksakan fungsi dan tugasnya secara optimal. Indikator lain misalnya sekolah telah melaksakan program kunjungan keluarga (home visit). Jika sekolah sudah melaksanakan program home visit tersebut, insya Allah tidak mungkin akan terjadi kasus pemukulan yang dilakukan oleh orangtua kepada guru. Atau mungkin malah sebaliknya pemukulan terhadap murid oleh gurunya. Semua kondisi tersebut dapat menjadi pilar dan sekaligus indikator yang akan menentukan efektivitas suatu sekolah. Jika Anda pada saat ini menjadi kepala sekolah di sekolah tersebut, atau jika Anda malah menjadi orangtua peserta didik di sekolah tersebut, antau bahkan menjadi guru yang mengajar peserta didiknya, Anda adalah faktor yang akan mempengaruhi efektivitas di sekolah tersebut.

Walhasil, semua pilar di sekolah tersebut, atau semua indikator yang mempengaruhinya, semuanya adalah dimensi-dimensi yang menentukan kualitas dan efektivitas sekolah tersebut. Jika Anda adalah kepala sekolah, atau Anda adalah guru di sekolah itu, maka Anda bukanlah seorang superman yang akan bekerja sendiri untuk meningkatkan mutu hasil belajar peserta didik di sekolah tersebut, maka you are not a to be a superman in the school, but you have to make a super team for the effective  school. Dalam tabel tersebut, ternyata terdapat 63 (enam puluh tiga) indikator yang menjadi penentu efektivitas suatu sekolah.

*) Laman: www.suparlan.com; Surel: me@suparlan.com. Portal: MASDIK.com.

Depok, 15 November 2016.

 

Nama mahasiswa        : ……………………………………………………………………….

NPM                            : ………………………………………………….

 

Pertanyaan:

 

  1. Setelah Anda lulus dari fakultas dan universitas ini, Insya Allah Anda akan menjadi guru atau bahkan menjadi kepala sekolanya. Oleh karena itu, Anda harus memahami filar-pilar yang berpengaruh terhadap kualitas sekolah tersebut. Menurut Anda pilar manakah yang paling penting?
  2. Ada berapa indikatorkah yang berpenaruh terhadap efektivitas suatu sekolah? Indikator manakah yang paling berpengaruh? Apakah alasan Anda?
  3. Ada kata-kata mutiara yang menyatakan bahwa PESERTA DIDIK adalah lebih penting dari MATA PELAJARAN yang diajarkan di sekolah. Benarkah kata-kata mutiara tersbut? Kalau benar, apakah alasan Anda? Kalau tidak apa pula alasan Anda?
  4. Apakah itu CCEF? Di negara bagian manakah lembaga itu didirikan?
  5. Ada berapa pilarkah sekolah efektif tersebut? Sebutkan pilar yang paling berpengaruh? Jelaskan alasan Anda!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.