Pengertian dan Formula Kurikulum

0
2677

Oleh: Suparlan *) 

Educational reform is at the forefront. There is a cmmon goal ”to make exellence in the schools a reality. But how do we achieve that goals? That is where views deverge.
(John D. McNeil, Curriculum A Comprehensive Introduction)

Tipe kecerdasan itu tidak hanya satu, setiap orang memiliki gaya belajar yang unik, sama halnya dengan sidik jari. Sekolah yang efektif harus dapat mengenali dan melayaninya (Dryden Gordon dan Jennete Voh, Revolusi Cara Belajar, hal. 23 – 29)

Dalam tulisan singkat tentang Sistem Pendidikan Nasional, kita mengetahui bahwa kurikulum merupakan salah satu komponen dalam sistem pendidikan nasional. Bahkan komponen utama, di samping siswa dan guru. Sekali lagi tiga komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. Pertama, siswa atau peserta didik. Kalau tidak ada siswa atau peserta didik, siapa yang akan belajar? Kedua, guru. Kalau tidak ada guru atau pendidik, siapa yang akan mengajar mereka? Ketiga, kurikulum. Kalau tidak ada kurikulum,  bahan ajar apakah yang akan diajarkan? Lalu, sarana dan prasarana pendidikan atau fasilitas pendidikan? Sangat penting. Tapi sebagai pendukung. Itulah pemahaman Masdik.com yang diyakini. Boleh kita diskusikan jika tidak setuju dengan pendapat ini. Ada satu kata mutiara yang selama ini telah menjadi pegangan, yakni “peserta didik lebih penting dari mata pelajaran yang diajarkan.” That is all.

Pengertian Kurikulum

Pengertian Kurikulum dapat dijelaskan dalam tiga cara: (1) etimologis, (2) pendapat para ahli, (3) undang-undang, dan (4) formula kurikulum menurut Prof. Dr. Engkoswara.

Etimologis (etimos artinya asal usul kata, logos artinya ilmu)

Secara etimologis, curriculum berasal dari bahasa latin currere yang berarti berlari cepat, maju dengan cepat, menjalani dan berusaha untuk, serta curir artinya pelari. Dengan demikian kurikulum artinya jalan yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Ada seorang mahasiswa yang bertanya “wow … apa pengertian kurikulum itu dari konsepsi olah raga kalau begitu? Ya, benar sekali. Tapi telah diadaptasi dan diadopsi oleh duhia pendidikan.

Pengertian menurut para ahli

Di samping pengertian tersebut, beberapa ahli pendidikan mencoba menjelaskan pengertian kurikulum antara lain sebagai berikut:

  1. Menurut Kerr, J. F (1968): Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun secara kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  2. Menurut Inlow (1966): Kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.
  3. Menurut Neagley dan Evans (1967): kurikulum adalah semua pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh pihak sekolah.
  4. Menurut Beauchamp (1968): Kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Menurut Good V. Carter (1973): Kurikulum adalah kumpulan kursus ataupun urutan pelajaran yang sistematik.

Pengertian kurikulum menurut para ahli pendidikan tentu saya tidak hanya terbatas dari pengertian tersebut. Masih banyak lagi ahli yang mencoba untuk menjelaskan pengertian kurikulum tersebut.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Naional

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional”.

Formula Kurikulum

Pengertian kurikulum berikut ini agak unik, karena menggunakan formula atau rumus yang kelihatan seperti rumus matematika (formula matematika). Formula ini dirancang oleh Prof. Dr. Engkoswara (alm), guru besar pada Universitas Pendidikan Bandung.

Prof. Dr. Engkoswara, guru besar Universitas Pendidikan Indonesia Bandung telah membuat 4 (empat) rumus pengertian kurikulum, lengkap dengan visualisasinya.

No Formula (Rumus) Pengertian
1 K = ∑ ———— Jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari start sampai dengan finish.
2 K = ∑ MP Sejumlah mata pelajaran yang akan ditempuh oleh peserta didik
3 K = ∑ MP + KK Sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-ketigan yang harus ditempuh oleh peserta didik
4 K = ∑ MP + KK + SS Sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan serta segala sesuatu yang akan berpengaruh terhadap upaya pencapaian tujuan pendidikan

 

Keempat formula (rumus) tersebut sama sekali tidak melenceng dari definisi yang telah dikemukakan para ahli, misalnya Hilda Taba menjelaskan dengan amat singkat bahwa “curriculum is a plan of learning”. Demikian juga bila dibandingkan dengan pengertian kurikulum dalam Pasal 1 butir 19 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”, termasuk juga pengertian kurikulum secara etimologis.

Pengertian etimologis artinya berdasarkan asal kata (etimos artinya asal usul, dan logos artinya ilmu). Berdasarkan asal katanya, kurikulum berasal dari dua kata, yakni curere artinya jalan yang harus ditempuh. Curir adalah orang yang menunjukkan jalan. Jadi, kurikulum adalah jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Tentang tujuan pendidikan, nanti akan kita bahas tersendiri. Insya Allah.

Sumber: Suparlan, Tanya Jawab Pengembangan Kurikulum dan Bahan Pembelajaran (Curriculum Development and Learning Materials Development), Jakarta: Bumi Aksara.

Depok, 29 November 2013.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.