Kelahiran Kurikulum

0
701

Oleh: Suparlan *)

Bung Karno yang memproklamasikan NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945. Dua tahun berikutnya, lahirlah kurikulum pertama yang digunakan di Indonesia.  tahun sebelumnya Rencana Pelajaran 1947 telah diluncurkan sebagai kurikulum pertama di Indonesia. Tanggal-tanggal tersebut merupakan titik-titik perubahan dan perkembangan pembanguan pendidikan yang tidak boleh kita lupakan dalam sejarah perkembangan pendidikan di tanah air tercinta Indonesia. Rencana Pelajaran merupakan kosa kata pertama dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang digunakan untuk kosa kata  Bahasa Indonesia disebut “kurikulum.”

KBBI tersebut terus berkembang, dahulu kita tidak menggunakan kosa kata “daring” atau dalam jaringan untuk menyebut kosa kata “online.” Istilah “online” masih berbau Bahasa Inggris, padahal kita sudah memiliki Bahasa Indonesia menjadi satu bahasa untuk bangsa dan negara kita. Demikian juga dengan kosa kata “luring” atau “luar jaringan” untuk istilah yang dulu lebih dikenal sebagai “offline.” Hal yang sama dengan istilah rencana pelajaran. untukRencana Pelajaran 1947 pun terus berkembang menjadi kurikulum-kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kosa kata Rencana Pelajaran 1947 diganti dengan Kurikulum 1964, terus berubah dengan Kurikulum 1980, dan seterusnya sesuai dengan perubahan dan pengembangan kurikulum di tanah air (curriculum and learning material development).

Pengertian Etimologis (etimos = asal usul kata, logos = ilmu)

Kosa kata kurikulum merupakan kota baru yang lahir bersamaan dengan kelahiran Kurikulum 1964, dan terus digunakan dalam kurikulum yang dikembangkan periode berikutnya sampai saat ini. Sebelum tahun 1964, pendidikan di Indonesia belum menggunakan istilah kurikulum, tetapi menggunakan Rencana Pelajaran. Apakah pengertian Rencana Pelajaran itu sama sebangun dengan pengertian kurikulum? Pemerintah dan sekolah merencanakan pelajaran (baca mata pelajaran) yang akan dipelajari peserta didik untuk tahun pelajaran tertentu. Mata pelajaran yang akan dipelajari itulah yang disebut sebagai Rencana Pelajaran. Hal yang sama adalah kurikulum.

Kurikulum berasal dari kata curir = pelari, dan curere = tempat berlari. Peserta didik atau siswa sama dengan pelari, yang akan menguasai tempat berlari sejak start atau awal sampai dengan finish atau akhir kegiatan atau akhir program pendidikan. Berdasarkan pengertian tersebut kurikulum berasal dari bidang olah raga, yang diambil dalam bidang pendidikan, dengan pengertian bahwa semua usaha yang dilaksanakan untuk menguasai semua mata pelajaran dalam satu kegiatan pendidikan. Oleh karena itu ada pesan yang sangat penting kita perhatian pada saat mulai menuntut ilmu atau menyelesaikan program studi di suatu fakultas atau universitas tertentu. Mulailah dengan kesungguhan sampai pada akhir atau tamat jenjang pendidikan tertentu, misalnya pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dari S1, S2, dan S3.

Empat Cita-Cita Proklamasi = tujuan pendidikan nasional

Selesaikanlah sampai tuntas. Memang pada jenjang pendidikan tersebut yang harus kita peroleh “bukan hanya ijazah” tapi yang akan kita peroleh adalah “tiga ranah tujuan pendidikan” atau “the three domains of educational objective,” yakni (1) pengetahuan (ognitive), (2) sikap (attitudes), dan (3) keterampilan (psychomotor). Tiga tujuan pendidikan tersebut sebenarnya terdapat dalam cita proklamasi atau tujuan pendidikan dalam Pembukaan UUD 1945 yakni “MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA.” Ada perbedaan esensial yang perlu kita fahami antara pengertian CITA-CITA PROKLAMASI dengan TUJUAN PENDIDIKAN, yakni:

  • Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
  • Memajukan kesejahteraan umum;
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa;
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Cita-cita proklamasi adalah janji yang harus ditepati. Tapi tujuan pendidikan masih dapat ditunda sampai saat kita dapat menunaikan dengan sebaik-baiknya.

Keempat cita-cita proklamasi atau keempat tujuan pendidikan tersebut dari bidang pendidikan adalah disebut dengan MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA. Secara konseptual, mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut sejalan dengan konsep KECERDASAN MEJEMUK atau KECERDASAN GANDA atau MULTIPLE INTELLIGENCES yang digagas oleh HOWARD GARDNER, seorang doktor psikologi pendidikan dan Universitas Harvard, Amerika Serikat. Jika konsep MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA dilahirkan oleh para pendiri NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945, maka KONSEP KECERDASAN MAJEMUK digagas oleh HOWARD GARDNER dalam bukunya THE FRAME OF MIND: MULTIPLE INTELLIGENCE pada tahun 1978.

Lebih lanjut, kurikulum merupakan bagian tak terpisahkan dengan tiga komponen pendidikan, yakni (1) STUDENT atau peserta didik, (2) GURU atau pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, dan (3) CURRICULUM.

Reflection/Evaluation:

  1. Sebutkan tiga komponen utama pendidikan dan sebutkan.
  2. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.