Panglima TNI: Raihlah Mimpimu tapi Janganlah…

0
491

SURAKARTA – Di hadapan 1.500 mahasiswa, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan raihlah mimpimu dan ajak teman-temanmu untuk meraih mimpi bersama-sama. Karena meraih mimpi tidak bisa diraih sendirian, tetapi jangan hanya menjadi seorang pemimpi.

"Kamu harus fokus terhadap mimpimu sepanjang masa dan setiap saat belajar dengan giat dan sungguh-sungguh serta tetap konsisten,” ucap Panglima TNI saat memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Dalam meraih mimpi, kata Panglima TNI, mahasiswa harus optimistis suatu saat mimpi itu akan tercapai. Ia juga mengingatkan agar harus tetap melakukan tindakan untuk meraih mimpi-mimpi itu melalui belajar dan juga harus fleksibel terhadap hambatan-hambatan yang ada.

"Terus fokus terhadap mimpimu, dan mimpimu itu besar sehingga kamu tidak bisa melakukannya sendiri dan kamu harus mempunyai great netwoork,” katanya.

“Di sinilah kesempatan kamu berkumpul bersama teman-teman mahasiswa lain dari seluruh Indonesia dan jadikan semua mahasiswa-mahasiswa ini sebagai netwoork kamu dan bersama sama mempunyai satu visi, dan tetap harus belajar terus tentang kebersamaan dan bersosialisasi, sehingga jika semua dilakukan dengan hati maka hasilnya pasti akan meningkat,” ujar Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga mengingatkan bahwa orang yang sial adalah orang tidak punya peluang dan tidak bisa memanfaatkan peluang. Orang yang bodoh adalah orang yang punya peluang tapi tidak bisa memanfaatkan peluang orang yang baik adalah orang yang bisa mendapatkan peluang dan bisa memanfaatkan peluang. Sedangkan orang yang hebat adalah orang yang menciptakan peluang dan bisa memanfatkan peluang.

"Saya minta Anda menjadi orang yang luar biasa, karena orang yang luar biasa adalah orang yang mendapat musibah tetapi bisa membuat musibah itu menjadi peluang. Mulai sekarang kalian harus rebut peluang untuk mengejar cita-citamu karena kalian sudah berada pada tracknya,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Mengakhiri Kuliah Umumnya, Panglima TNI menyampaikan kekhawatirannya tentang ancaman yang sedang dan akan dihadapi Bangsa Indonesia berupa Proxy War.

“Di sinilah peran mahasiswa yang tak lain adalah pahlawan bangsa dimana mahasiswa adalah pelajar dengan derajat paling tinggi dan mahasiswa adalah agen perubahan untuk mengalahkan Proxy War,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad mengatakan antara lain, mahasiswa yang hadir disini terdiri dari mahasiswa bantuan biaya pendidikan yang hanya ditujukan untuk calon mahasiswa tidak mampu (Bidikmisi), Afirmasi Pendidikan (Adik) Papua dan Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), serta Sarjana Mendidik Tertinggal Terdepan dan Terluar (SM3T) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke-21 yang dipusatkan di Kota Solo sejak tanggal 7-13 Agustus 2016.

Turut hadir pada Kuliah Umum tersebut adalah Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Siwi Sukma Adji, Asops Panglima TNI Mayjen  TNI Agung Risdhianto, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar Hutagaol, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Rektor UNS Prof. DR. Ravik Karsidi, para Dekan UNS, Guru Besar UNS dan Civitas Akademia Universitas Sebelas Maret.(fri/jpnn)

Selengkapnya: www.jpnn.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.